Mengenang Mesjid Cordoba Megah yang kini Dialihfungsikan..


PORTAL UMMAT - HAGIA Sophia sedang hangat diperbincangkan dunia. Keputusan Turki membatalkan status museum yang disandang Hagia Sophia selama 86 tahun itu sontak menjadi sorotan. Apalagi mengingat sejarah awal dibangunnya Hagia Sophia sebagai katedral di Konstantinopel yang kemudian jatuh ke tangan pemerintahan muslim Ottoman pada 1453.


Namun demikian, ada pula tempat ibadah umat tersebut yang kemudian dialihfungsikan menjadi masjid dengan persetujuan para tokoh agama. Khalifah Abdul Malik dari Dinasti Umayyah melakukan alih fungsi gereja Santo Yohannes pada 705 M.

Pun demikian dengan kebijakan Kekhalifahan Utsmaniyah ketika mengganti status Aya Sofya yang terkenal dengan kemegahan dan keindahannya itu, dari Katedral yang terbengkalai menjadi masjid yang makmur pada masanya.

Sebaliknya, alih fungsi masjid menjadi gereja juga terjadi dalam sejarah persinggungan politik antara Islam dan Kristen. Pasca kejatuhan kekhalifahan muslim di Andalusia, nasib ini dialami juga oleh sejumlah bangunan masjid indah peninggalan umat Islam lainnya di Spanyol yang terdapat di Kota Cordoba, Sevilla, Toledo, dan Granada.

Masjid Raya Sevilla yang didirikan pada 1171 M oleh Sultan Abu Ya’kub Yusuf bin Abdul Mun’im dari Dinasti Muwahhidun, telah diubah menjadi gereja dengan nama Santa Maria de la Sede. Masjid-masjid di kota Toledo pun turut menjelma menjadi gereja Santo Cristo de la Luz, gereja Santa Maria, gereja Santa Maria de Torenzito, dan gereja Santo Tome. Sedangkan di Kota Granada, Istana Al Hamra yang di dalamnya terdapat Masjid al-Mulk dan Masjid Sultan telah menjadi milik penuh pemerintah Spanyol setelah Granada ditaklukkan oleh Raja Ferdinand II tahun 1492.
Dari sekian banyak masjid yang tersebar di Spanyol, Masjid Agung Cordoba adalah masjid terbesar yang diubah menjadi gereja. Kini bangunan masjid terbesar di dunia pada masanya itu telah berganti nama menjadi gereja La Mezquita. 




Tepat di Tenggara Madrid yang terletak di kaki bukit Siera de Montena, bekas Masjid Cordoba nan megah ini berada. Kini, bangunan yang ada di Andalsuia ini berubah menjadi Kathedral Mezquita. Masjid Cordoba menjadi saksi kemasyhuran peradaban Islam di bumi Spanyol tempo dulu. Masjid Cordoba ini dulunya sebuah katedral bernama Visigoth St Vincent. Pertama kali diubah menjadi Masjid tahun 784 M dibawah kepemimpinan Abd ar-Rahman I. Masjid terus mengalami renovasi saat pemerintahan Abd ar-Rahman II dibangun menara. 

Sementara di masa pemerintahan Al-Hakam II masjid diperbesar dan dibangun mihrab. Renovasi terakhir dilakukan pada masa al-Mansur Ibn Abi Aamir tahun 987 dengan membangun penghubung dengan istana. Masjid Cordoba menjadi pusat keislaman di Andalusia selama tiga abad. 

Cordoba yang menjadi pusat pemerintahan Islam di Spanyol juga turut menjadikan Masjid yang pernah bernama Al Jami ini menjadi pusat kegiatan pemerintahan dan aktivitas warga. Masjid kembali berubah menjadi katedral pada masa penaklukan tentara Kristen pada abad ke-16. 

Bagian tengah masjid berubah menjadi altar utama dan tempat paduan suara. Arsitekturnya sangat khas peninggalan Islam dengan pilar-pilar dan struktur marmer. Menaranya yang tinggi menjulang dan megah telah berubah menjadi tempat lonceng kebaktian gereja untuk menyembunyikan karakter Islamnya. Adapun dinding-dindingnya masih dipenuhi dengan ukiran ayat-ayat Alquran yang mencitrakan daya artistik yang tinggi. 

Masjid ini sekarang menjadi salah satu bagian dari tempat sejarah yang paling masyhur di dunia. Tepat pada 15 Desember 1994 ditetapkan oleh UNESCO sebagai salah satu tempat peninggalan bersejarah dan penting di dunia. Untuk itulah, rombongan Adinda Azzahra Tour & Travel yang dipandu oleh H. Priyadi Abadi, M.Par ini menjadikan destinasi ini sebagai ajang untuk bertadabbur.

0 Response to "Mengenang Mesjid Cordoba Megah yang kini Dialihfungsikan.."

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel

Iklan Bawah Artikel