Pelaksanaan Haji 2020, Agak Berbeda Untuk pertama kalinya dalam sejarah


Kerajaan Arab Saudi berusaha membagi kuota haji secara proporsional. Walau jumlahnya hanya 1.000 orang, jemaah haji tahun ini berasal dari 160 negara.

Jemaah haji mulai berdatangan di Makkah. Mereka berasal dari beberapa kota di Arab Saudi. Mulai dari Madinah, Riyadh, Abha, Tabuk, dan Jazan.

Untuk pertama kalinya dalam sejarah, jemaah haji tahun 2020 ini hanya melewati satu miqat. 
Miqat merupakan istilah yang mengacu pada batas tempat awal bagi para jemaah untuk memakai pakaian ihram. 

Singkatnya, di tempat itulah para jemaah mulai mengerjakan rangkaian ibadah haji. Biasanya, ada lima lokasi miqat untuk memulai haji. Empat di antaranya telah ada sejak zaman Nabi Muhammad SAW.
 
Sementara, miqat kelima dipilih oleh Khalifah Umar bin Khattab. Dilansir dari Arab News, Minggu (26/7/2020), pelaksanaan haji tahun ini hanya menggunakan satu miqat, yaitu di Qarn al-Manazil yang berada di timur laut Mekkah

Perwakilan 160 negara yang akan berhaji tahun ini seluruhnya yang berdomisili di Arab Saudi. Kerajaan tidak menerima jemaah calon haji dari luar untuk mencegah penyebaran virus corona lebih luas.

Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dr Abdul Fattah Mashat menekankan koordinasi penuh antara Kementerian Kesehatan dan Kementerian Dalam Negeri dalam mengimplementasikan protokol kesehatan dan keamanan.

Dikutip dari Saudi Press Agency (SPA), Mashat mengatakan, para peziarah dipilih melalui portal elektronik. Dia menampik adanya pilih kasih dalam penentuan jemaah calon haji. Menurutnya, standar kesehatan jadi faktor penentu.

Wakil Menteri Haji dan Umrah untuk Urusan Haji, Dr Hussain bin Nasser Al Sharif mengatakan, proses penerimaan jemaah haji berlangsung dengan lancar dan efisien.

Menurut Adnan, Pemerintah Arab Saudi telah merawat miqat Qarn Al-Manazil dengan baik dan menyediakan fasilitas bagi para jemaah yang datang, baik untuk umrah maupun haji. Seperti diketahui, pelaksanaan haji kali ini hanya diikuti oleh sekitar 1.000 jemaah karena pandemi virus corona. Arab Saudi sebelumnya telah mengumumkan warga mukim dari 160 negara berbeda terpilih untuk melaksanakan ibadah haji tahun ini. Dari total jemaah yang akan mengikuti haji tahun ini, 70 persen adalah warga mukim yang tinggal di sana, sementara 30 persen lainnya merupakan penduduk asli Arab Saudi. Kementerian Dalam Negeri juga telah melarang warga untuk memasuki lokasi haji (Mina, Muzdalifah, dan Arafah) terhitung sejak Senin (20/7/2020) hingga Minggu (2/8/2020).

0 Response to "Pelaksanaan Haji 2020, Agak Berbeda Untuk pertama kalinya dalam sejarah"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel

Iklan Bawah Artikel