Aksi Protes Pembakaran Al Qur'an di Swedia


 Portal Ummat - Kekerasan pecah di kota Malmo Swedia pada Jumat malam, setelah sekitar 300 pengunjuk rasa berkumpul untuk memprotesaksi anti-Islam. Pengunjuk rasa bentrok dengan polisi setelah seharian melakukan aksi anti-Islam.

Demonstran melemparkan batu ke arah polisi dan membakar ban selama bentrokan itu, yang dimulai setelah pemimpin Denmark anti-Muslim dilarang menghadiri demonstrasi pembakaran Al Quran. Rasmus Paludan, pemimpin Partai Garis Keras anti-imigrasi Denmark, telah dilarang masuk ke Swedia selama dua tahun.

Acara di Malmo yang rencananya akan dihadirinya ini digelar pada hari yang sama dengan sholat Jumat bagi umat Islam.

Surat kabar Swedia, Daily Aftonbladet melaporkan, beberapa kegiatan anti-Islam terjadi lebih awal pada hari Jumat. Tiga pria diketahui menendang salinan Alquran di antara mereka di lapangan umum. Protes anti Islam pun meletus setelah Paludan ditolak izinnya untuk mengadakan pertemuan di Malmo.

Demonstrasi meningkat di lokasi yang sama di mana Alquran dibakar.

"Kami tidak bisa mengendalikan ini, tapi kami bekerja secara aktif untuk mengambil kendali," kata juru bicara polisi seperti dilansir dari Deutsche Welle, Sabtu (29/8/2020).

Paludan sendiri kemudian mengunggah pesan berisi kemarahan di akun Facebooknya. "Dikirim kembali dan dilarang dari Swedia selama dua tahun. Namun, pemerkosa dan pembunuh selalu diterima!" katanya.

Tahun lalu, dia telah membakar Al Quran yang dibungkus dengan daging babi yang diharamkan oleh agama Islam.

Kerusuhan terjadi pada hari Jumat (28/8/2020) di Kota Malmo, Swedia selatan, tempat sedikitnya 300 orang mengelar protes terhadap tindakan yang anti-Islam, kata polisi.  Massa melemparkan berbagai benda ke arah petugas polisi dan membakari ban mobil, kata juru bicara kepolisian.

Sebelumnya pada hari itu, salinah Al-Quran dibakar di Kota Malmo oleh kelompok ekstremis sayap kanan. Demonstrasi semakin panas di tempat yang sama  tempat Al-Quran dibakar, katanya.

“Kami tidak bisa mengendalikan ini, tetapi kami berusaha secara aktif untuk mengambil kendali,” katanya dikutip Reuters. “Kami melihat adanya keterkaitan antara apa yang terjadi sekarang dan apa yang terjadi sebelumnya hari ini,” lanjutnya.

Surat kabar harian Aftonbladet melaporkan bahwa sejumlah aksi anti Islam berlangsung di Malmo pada Jumat, termasuk  saat tiga pria menendangi Al-Quran di antara mereka di lapangan terbuka.  Protes anti-Islam terjadi setelah Rasmus Paludan, pemimpin partai politik sayap kanan Denmark, Hard Line, ditolak izinnya untuk mengadakan pertemuan di Kota Malmo dan dihentikan di perbatasan Swedia, menurut surat kabar tersebut.

Rasmus Paludan, yang memimpin partai Garis Keras di Denmark dan dikenal anti-Muslim, telah dilarang memasuki Swedia selama dua tahun, menurut pihak berwenang negara itu.  “Kami menduga dia akan melanggar hukum di Swedia,” kata Calle Persson, juru bicara polisi Malmo kepada AFP.

Paludan dijadwalkan mengunjungi Malmo pada hari Jumat untuk mengadakan demonstrasi anti-Muslim dengan meminta orang-orang untuk membakar Al-Quran pada hari umat Islam berkumpul di masjid untuk melaksanakan shalat Jumat.

Paludan ditahan di dekat Malmo. Namun, pendukung Paludan melakukan demonstrasi dan membakar Al-Quran, menurut media lokal.

Tiga orang ditangkap karena menghasut kebencian rasial. Paludan kemudian memposting pesan yang menghina di laman Facebook.

“Dipulangkan dan dilarang memasuki Swedia selama dua tahun. Namun, pemerkosa dan pembunuh dipersilakan!” Kata Paludan dikutip  AFP.* [Hid]

0 Response to "Aksi Protes Pembakaran Al Qur'an di Swedia"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel

Iklan Bawah Artikel